Statistik Pengunjung

Sabtu, 13 Agustus 2016

IPS

Pranata sosial
“institution” lembaga


I. Ciri-ciri Pranata
1. Berbentuk organisasi/ kelompok
2. Memiliki jangka waktu
3. Memilki tujuan tertentu
4. Memiliki lata kelengkapan lembaga/organisasi
5. Memiliki lambang atau logo
6. Memiliki tata tertib


II. Jenis dan Fungsi Pranata
1. Pranata Keluarga
Jenis :
· Poligami : 1:2 (1 suami 2 istri)
· Poliandri: 2:1 (2 istri 1 suami)
· Indogami : pernikahan sedarah
· Eksogami : pernikahan diluar sedarah
Fungsi :
1) Mengatur hubungan seks
2) Reproduksi
3) Sosialisasi : ayah
Ibu
Anak
4) Apeksi : Saling asah
Saling asih
Saling asuh
5) Status
2. Pranata pendidikan
a. Pendidikan formal/reguler : Tk s/d PT
b. Pendidikan informal : pendidikan dalam keluarga
c. Pendidikan non formal : pendidikan luar contoh: les, kursus


3. Pranata agama
“Toleransi”
SARA
Suku agama ras antar golongan


4. Pranata Ekonomi
5. Pranata Politik
“Truas Politik”
a. Legislatif : pembuat UU
b. Eksekutif : pemerintah
c. Yudikatif : Pengawas
Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten memberikan apresiasi dan penghargaan kepada kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi dari berbagai bidang mulai tingkat provinsi, nasional, internasional, se- Provinsi Banten. Penghargaan diberikan langsung Gubernur Banten Rano Karno di Pendopo Gubernur Banten, KP3B - Kota Serang, Jumat, 5 Agustus 2016.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan beasiswa dan bantuan pendidikan itu diberikan kepada 377 orang berprestasi yang terdiri dari enam pengawas sekolah, lima kepala sekolah, sembilan guru, 249 siswa SMA berprestasi, dan 108 siswa SMK. “Penghargaan yang kami berikan berupa uang pembinaan dalam bentuk tabungan di Bank Jabar Banten yang nilainya sebesar Rp 857,5 juta,” kata Engkos.

Menurut Engkos, beasiswa dan bantuan pendidikan ini bersumber dari APBD Banten 2016. Tujuannya, untuk memacu prestasi para siswa agar lebih baik lagi dalam berbagai bidang kegiatan, untuk skala provinsi, nasional, maupun internasional. Selain itu juga untuk meningkatkan kinerja, displin, dedikasi, serta loyalitas guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah di Banten, demi tercapainya mutu pendidikan.

Bantuan beasiswa itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. “Saat ini jumlah sekolah tingkat SMA di Banten mencapai 642, dan sekolah yang mencetak prestasi sebanyak 105 sekolah. Itu artinya, prestasi tiap sekolah hampir merata,” ucap Engkos.

Gubernur Banten Rano menegaskan pendidikan merupakan salah satu bidang yang diprioritaskan di Banten. Hal ini tidak terlepas dari keyakinan bahwa untuk mencapai sebuah tujuan atau keberhasilan, termasuk membangun suatu daerah atau bangsa, yang terpenting adalah faktor sumber daya manusianya. “Pendidikan bagi saya adalah hal yang utama karena merupakan ujung tombak pembangunan. Makanya pemerintah mewajibkan APBD harus 20 persen diberikan untuk pendidikan,” ujar Gubernur.

Rano berharap penghargaan yang diberikan ini dapat mendorong motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme di dunia pendidikan, yang bisa berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja dan prestasi kerja, sehingga menghasilkan SDM berkualitas, produktif, kreatif, dan kompetitif. "Prestasi ini harus mampu menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua yang belum berkesempatan menjadi yang terbaik di setiap jenjang. Saya berharap semoga ke depan akan muncul para pengawas sekolah, guru, dan siswa berprestasi yang baru dan mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Banten,” ucapnya.

Menurut Rano, berbagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sudah banyak dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Namun, upaya-upaya tersebut masih perlu untuk dikembangkan dan ditingkatkan. “Kita sepakat bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, pihak swasta, dan para stakeholder lainnya. Bahkan, di tengah kurangnya sarana dan prasarana pendidikan di Banten, putra-putri Banten masih banyak yang berprestasi. Saya yakin begitu, jika infrastruktur dan sarana prasarana Banten diperkuat, anak-anak Banten akan menjadi nomor satu, dan masa depan Banten jauh lebih gemilang,” katanya. (*)
Pengertian Iklan, Pidato dan Puisi


1. a. klan adalah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau surat
edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu bidang
atau jasa kepada khlayak untuk kepentingan bisnis pengumuman atau pelayanan
publik
b. Ciri-Ciri bahasa iklan
a) kalimatnya singkat hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
b) Uraian bersifat impormatif dan persuasif
c) Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk mengetahui, mencoba atau ingin memiliki


2. a. Pengertian pidato dan khotbah
pidato adalah aktifitas mengunggkapkan pikiran, ide gagasan secara lisan dalam
bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepad orang banyak dengan tujuan
tertentu.
b. Bagian-bagian pidato ada 3
1) Bagian pembuka berisi
a. Salam pembuka
b. Ungkapan sapaan
c. Puji syukur terhadap tuhan
d. Penegasan konteks pertemuan atau acara
2) Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan
3) Penutup pidato berisi
a. Kesimpulan isi pidato
b. Harapan atau himbauan
c. Ucapan terima kasih dan permohonan maaf
4) salam penutup
c. Hal yang diperhatikan dalam menyimak pidato
1) Simaklah isi pidato dengan seksama dari awal hingga akhir
2) Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato
3) Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar
3. a. Pengertian puisi
puisi adalah salah satu benntuk karya sastra yang berbeda dari bentuk sastra
lain seperti prosa dan drama puisi terikat oleh:
1) Baris dalam tiap bait
2) Banyak kata atau suku kata dalam setiap baris
3) Rima
4) Irama
Bahkan pada jenis puisi tertentu ada keterikatanpada persajakan seperti
a,a,a,a atau ab-ab misalnya pantun dan syair
Contoh puisi
Senyum dan tawamu
Dalam senyummu yang khas
Ternyata pikiranmu seperti benang kusut
Dalam tawamu yang riang
Ternyata pikiranmu penuh berbagai urusan
Oh.. papa, jangan bohongi aku


b. Hakikat puisi
puisi terbagi jadi 3 yaitu:
1) Sifat atau fungsi seni
Unsur ini dapat dubangun dengan pemanfaatan gaya bahasa . gaya bahasa meliputi semua penggunaan bahasa secara khusus untuk mendapatkan efek tertentu seperti, bunyi, kata dan kalimat
2) Kepadatan
Yang terpenting adalah setiap unsur dalam puisi memiliki keterikatan dan keterpaduan makna
3) Ekspresi tidak langsung ini selain mengandung nilai estetika atau keindahan serta bentuk pilihan kata dan tata kalimat yang mengandung pengertian yang padat.


c. Unsur puisi
unsur-unsur dalam puisi:
a) Tema
Landasan atau dasar pijakan bagi penyair untuk mengembangkan puisi
b) Perasaan atau rasa
Adalah ungkapan atau ekspresi penyair kepada sesuatu yang dituangkan dalam puisinya
c) Nada dan suasana
Adalah bentuk sikap dan keinginan penyair terhadap pembaca
d) Pesan atau amanat
Adalah hal yang ingin disampaikan oleh penyair kepada pembaca lewat kata-kata dalam puisi
Contoh Kalimat Past Continuous Tense



1. I was sleeping when the car crashed my home last night.
(aku sedang tidur ketika mobil itu menabrak rumahku kemarin malam).
2. Judika and Aliya were singing together in a TV show at 9 o’clock last night.
(Judika dan Aliya sedang bernyanyi bersama di sebuah pertunjukan TV pada jam 9 kemarin malam).
3. The rain was pouring heavy when I arrived at home this morning.
(Hujan sedang turun dengan derasnya ketika aku sampai di rumah pagi ini)
4. I am sorry I didn’t know that you knocked at my door yesterday because I was listening to the music.
(maaf, saya tidak mendengar kamu mengetuk pintu kemarin karena aku sedang mendengarkan musik)
5. She was reading a book while the library was closed.
(dia sedang membaca buku ketika perpustakaan ditutup)
6. Julie was not cooking in the kitchen while I was watching a television yesterday morning.
(Julie tidak sedang memasak di dapur ketika aku sedang menonton tv kemarin pagi).
7. I was not flying from Jakarta to Canada when the accident happened.
(Saya tidak sedang terbang dari Jakarta ke Kanada ketika kecelakaan itu terjadi)
8. The music was not playing when I left that bar last night.
(musik sedang tidak bermain ketika aku meninggalkan bar kemarin malam)
9. Was I crying at city park last weekend when she left me alone?
(Apakah aku sedang menangis weekend kemarin ketika dia meninggalkan aku sendiri?)
10. Were you sweeping the floor at 9 0’clock yesterday?
(apakah kamu sedang menyapu lantai pada jam 9 pagi kemarin?)

Jumat, 12 Agustus 2016

IPA



Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914)

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem


a.Individu

Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.



b.Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.



c.Komunitas

Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.



d.Ekosistem

Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.



e.Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.

Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya. 2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah: * Komponen hidup (biotik) * Komponen tak hidup (abiotik)

1) Lingkungan makhluk hidup
a) Lingkungan biotik Biotik adalah makhluk hidup. Lingkungan biotik suatu makhluk hidup adalah seluruh makhluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies berbeda yang hidup di tempat yang sama. Komponen-komponen biotik terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, tumbuhan paku, tumbuhan tingkat tinggi, invertebrata, dan vertebrata, serta manusia. b) Lingkungan abiotik Abiotik adalah bukan makhluk hidup atau komponen tak hidup. Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan abiotik. Lingkungan abiotik membentuk cirri fisik dan kimia tempat hidup makhluk hidup.
Contoh komponen abiotik antara lain : suhu, cahaya, air, kelembapan, udara, garam-garam mineral, dan tanah. Komponen ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi sehingga mempengaruhi sifat yang satu dengan yang lain.


2) Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya a) Interaksi antar-individu Organisme sejenis yang hidup di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi.

Gambar 1
Individu-individu Manusia Membentuk Populasi Manusia
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 271)



b) Interaksi antar-populasi Komunitas adalah berbagai populasi yang saling berinteraksi. Bentuk populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan simbiosis.
(1) Predasi merupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada predasi umumnya suatu spesies memakan spesies lain, meskipun beberapa hewan memangsa sesame jenisnya (bersifat kanibal). Organisme yang memakan disebut predator, sedangkan organism yang dimakan disebut mangsa. (2) Kompetisi antar-populasi disebut juga kompetisi interspesifik. (3) Simbiosis berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda.

Dalam hidup bersama tersebut, umumnya salah satu spesies berperan sebagai spesies yang ditumpangi, sedangkan spesies lain sebagai penumpang (simbion). Interaksi simbiosis dibedakan menjadi :
(a) Mutualisme terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain. Contoh mutualisme adalah ganggang hijau biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycota membentuk lumut kerak.
Gambar 2
Simbiosis Mutualisme Terjadi Antara Ganggang Hijau Biru
dan Jamur Membentuk Lumut Kerak
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 273)



(b) Komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misalnya anggrek yang menempel pada pohon. (c) Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan spesies lain dirugikan. Organism yang memperoleh kentungan dari interaksi parasitisme disebut inang. Sedangkan parasit yang dirugikan disebut inang. Parasit menyerap sari makanan atau cairan dari tubuh inangnya. Kerugian yang ditimbulkan parasit dapt berupa gangguan ringan, penyakit, dan bahkan kematian pada inangnya.







Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 273)




c) Interaksi antara komponen biotik dan abiotik
(1) Produsen (organisme autotrof) adalah organisme yang menyusun senyawa organik atau membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Organisme yang tergolong produsen meliputi organism yang melakukan fotosintesis yaitu tumbuhan hijau, beberapa jenis bakteri, serta ganggang hijau biru. (2) Konsumen (organisme heterotrof) adalah organisme yang tidak mampu menyusun senyawa organik atau membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain. Hewan dan manusia termasuk tergolong dalam kelompok sebagai konsumen.
(3) Dekomposer (pengurai) merupakan organism yang menguraikan sisa-sisa organism untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Organism yang termasuk decomposer adalah bakteri dan jamur.


Gambar 3
Jamur Sebagai Delomposer Menyebabkan Buah Membusuk
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274)


(4) Detrivitor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau deutritus. Merupakan hancuran jaringan hewan dan tumbuhan.
Gambar 4
Kutu Kayu adalah salah satu contoh detrivitor
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274)



3) Tipe-tipe ekosistem a) Ekosistem air (akuatik)
(1) Ekosistem air tawar Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik. Lotik memiliki ciri airnya berarus dan lentik memiliki ciri airnya tidak berarus. (2) Ekosistem air laut Ekosistem air laut dibagi menjadi tiga zona (wilayah), yaitu zona litoral, zona laut dangkal, dan zona pelagik.

Gambar 5
Ekosistem Laut Dibagi Menjadi Tiga Zona,
Yaitu Zona Litoral,Zona Laut Dangkal, dan Zona Pelagik.
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 275)



(3) Ekosistem estuari Ekosistem estuari terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai lumpur berair payaudengan tingkat salinitas di antara air tawar dan laut. (4) Ekosistem pantai pasir Ekosistem pantai pasir merupakan ekosistem yang cukup keras bagi organisme karena deburan ombak yang terus-meneerus serta paparan cahaya matahari selama dua belas jam.
(5) Ekosistem pantai batu Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen abiotik, berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu yang besar. (6) Ekosistem terumbu karang Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang terbentuk dari rangka hewan kelompok.



Gambar 6
Pada Ekosistem Terumbu Karang Terdapat Berbagai Jenis Organisme Laut.
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 276)


(7) Ekosistem laut dalam Ekosistem laut dalam merupakan zona pelagik laut. Ekosistem ini berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari.

b) Ekosistem darat Ekosistem darat dalam skala luas yang memiliki tipe struktur vegetasi
(tumbuhan) dominan disebut bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim. Iklim suatu bioma dipengaruhi oleh posisi geografis bioma tersebut. Berdasarkan posisi geografisnya, yaitu jarak dari khatulistiwa (lintang) atau ketinggian dari permukaan laut, bioma dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu : hutan hujan tropis, savanna, padang rumput, gurun, hutan gugur, taiga, tundra.

c) Ekosistem buatan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem buatan manusia adalah bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan.

4) Rantai makanan Organisme yang langsung memakan tumbuhan disebut herbivora (konsumen primer), yang memakan herbivora disebut karnivora (konsumen sekunder), dan yang memakan konsumen sekunder disebut konsumen tersier. Jalur makan dan dimakan dari organisme pada satu tingkat trofik berikutnya membentuk urutan dan arah tertentu disebut rantai makanan. Rantai makanan yang dimulai dari perumput, yaitu rumput belalang kadal burung elang.




Gambar 7 Contoh Rantai Makanan Perumput
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 280)



Dalam ekosistem rantai makanan–rantai makanan itu saling bertalian. Kebanyakan sejenis hewan memakan beragam, dan makhluk tersebut pada gilirannya juga menyediakan makanan berbagai makhluk yang memakannya, maka terjadi yang dinamakan jaring – jaring makanan (food web).



Gambar 8 Jarring-jaring Makanan Merupakan Rantai Makanan yang കൊമ്പ്ലെക്സ്
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 281). 5)


Aliran energi Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan.
Energi matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Jadi setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. Para ahli ekologi menggambarkan struktur trofik suatu ekosistem dalam bentuk piramida ekologi. Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, dan piramida jumlah. Piramida energi adalah suatu gambar bentuk kehilangan energi dari suatu rantai makanan, piramida biomassa merupakan gambar berkurangnya transfer energi pada setiap trofik, sedangkan piramida jumlah adalah gambar jumlah individu pada setiap trofik.

KKPI Topologi Linear dan Toplogi Tree
TOPOLOGI LINIER





Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
§ Mudah dikembangkan.
§ Membutuhkan sedikit kabel.
§ Tidak memperlukan kendali pusat.
§ Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
§ Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
§ Keamanan data kurang baik.


TOPOLOGI TREE



Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
§ Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
§ Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
§ Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
§ Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
§ Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

Kamis, 11 Agustus 2016



1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf Syamsiyah (ث ص ر ت ض ذ ن د س ط ظ ز ش ل ) dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

2. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
• Dibacanya lebur/idghom
• Ada tanda tasydid/siddah ( ّ ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Syamsiyah: اَلرَّحِيْمُ، اَلضُّحىٰ

3. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati bertemu dengan salah satu huruf Qamariyah ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ) dan dibacanya jelas/izhar.
4. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qomariyah:
• Dibacanya jelas/izhar
• Ada tanda sukun ( ْ / ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Qomariyah: وَالْحَمْدُ، اَلْهَادِىْ

Categories

PROFIL

Sms Gratis

Popular Posts