Statistik Pengunjung

Kamis, 11 Agustus 2016



1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf Syamsiyah (ث ص ر ت ض ذ ن د س ط ظ ز ش ل ) dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

2. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
• Dibacanya lebur/idghom
• Ada tanda tasydid/siddah ( ّ ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Syamsiyah: اَلرَّحِيْمُ، اَلضُّحىٰ

3. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati bertemu dengan salah satu huruf Qamariyah ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ) dan dibacanya jelas/izhar.
4. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qomariyah:
• Dibacanya jelas/izhar
• Ada tanda sukun ( ْ / ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Qomariyah: وَالْحَمْدُ، اَلْهَادِىْ

Cara mempercantik blog di blogspot

1. Pilihlah template yang sesuai dengan selera dan tema blog anda, dan pilihlah yang paling anda sukai agar tidak sering terjadi penggantian template karena akan memperburuk citra blog anda dimata search engine. Sebagai bahan pertimbangan sobat blogger dapat mencari jenis template dengan mengunjungi situs situs penyedia template tersebut antara lain : mastemplate.com, btemplates.com, http://www.deluxetemplates.net.
Bacalah artikel cara mengganti template blog untuk membantu anda untuk merubah tampilan blog anda.

2. Tambahkan catatan kaki blog, selain untuk memberikan informasi maupun pemberitahuan lainnya catatan kaki juga akan menambah keunikan tersendiri pada blog anda. Silahkan baca artikel cara membuat catatan kaki pada blog

3. Gunakan menu scroll untuk mempersingkat suatu daftar yang panjang agar menjadi lebih simple sehingga dapat menghemat tempat blog anda, sehingga blog anda menjadi lebih rapi dan tentunya dapat mempercantik penampilan blog juga.

4. Gunakan widget untuk mempercantik blog, saudara bisa menambahkan beberapa widget, misalnya saja widget jam, kalender , pageview. Pelajari cara memasang widget di blog untuk membantu anda jika saudara belum tahu caranya.

5. Facebook fanspage juga dapat menambah indah penampilan blog anda, silahkan anda tambahkan pada blog sobat.


Cara mempercantik tampilan blog

6. Gunakan template berlatar belakang yang tidak menyilaukan mata, selain menambah indah blog juga tidak akan membuat blog berjalan dengan berat. Pelajari juga cara mengganti background bloguntuk membantu anda mempermudah menggantinya.

7. Pasanglah iklan seperlunya saja jangan terlalu banyak agar tidak memenuhi layar hingga tidak dapat memperindah tampilan blog, selain mempercantik blog juga akan menambah penghasilan untuk anda.

8. Gunakan menu drop down untuk mempermudah navigasi agar pengunjung lebih mudah memilih artikel yang akan dibacanya.

9, Tambahkanlah breadcrumb untuk membantu navigasi dan menambah cantik blog anda. Pelajarilah di artikel cara membuat breadcrumb untuk membantu anda mempermudah memasangnya.

10. Jika berkenan pasanglah tulisan berjalan sebagai pemanis blog dalam bentuk berita sekilas artikel anda.

11. Buat auto read more untuk template anda, selain membantu loading juga menpercantik blog anda. 

Demikianlah cara mempercantik blog menambah indah tampilan template, masih banyak yang dapat anda lakukan untuk memperindah blog anda , tidak ada batasan yang pasti untuk anda berkreasi mempercantik tampilan blog saudara, semua itu tergantung dengan keinginan dan kreatifitas dari anda sendiri. Semoga apa yang tertulis di atas dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada anda, salam blogger.


Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar produksi

I.

Tujuan Pembelajaran



Peserta diklat dapat Menjelaskan prosedur pengoperasian kamera video



Peserta diklat mampu Mengoperasikan Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar



Peserta diklat mampu Menata kabel-kabel kamera

II.

Materi

Sesuai dengan Perkembangan teknolologi saat ini Didalam Penerapan teknik pengambilan gambar produksi biasanya menggunakan sebuah kamera sebelum mengetahui lebih lanjut terlebih dahulu kita harus tau apa pengertian dari kamera tersebut

Kamera adalah merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara di dalam dunia per film an kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.

Jenis jenis kamera :

1. Kamera foto (still photography)

2. Kamera film (cinema photography)

3. Kamera video (video photography)

1.

Kamera foto (still photography) Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.

Gambar 1 kamera foto

2.

Kamera film (cinema photography) Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.

Gambar 2 (kamera photography)

3.

Kamera video (video photography) Untuk kamera video sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Camcoder, MiniDV, HDCam.

Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk

teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.

Gambar 2 (kamera video)

1.

Memilih dan menyiapkan bahan dan peralatan kamera

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:

1.

Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book Pahami kelebihan dan kekurangannya.

2.

Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.

3.

Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.

4.

Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.

Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus

dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetic Secara umum terdapat 2 jenis kamera :

a.

Analog (AV)

Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

b.

Digital (DV)

Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

2) Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar

a)

Daya listrik dipastikan tersedia dan sesuai.

Daya listrik atau sumber listrik dipastikan tersedia dekat dengan pengambilan gambar

b)

Charger dipastikan sesuai untuk battery yang digunakan.sesuai dengan buku petunjuk/manual book agar tidak terjadi kekeliruan dan dapat merusak battery itu sendiri

c)

Battery diisi dengan aman menurut rekomendasi pabrik.atau sesuai dengan buku petunjuk /manual book

d)

Battery yang sudah diisi sesuai dengan durasi film dirawat yaitu pada saat pengambilan gambar usahakan pergunakan battery seipisien mungkin agar battery tidak mudah drop/tidak mudah rusak

Gambar 3 charger dan battery

Gambar 4. Cara menggunakan adaptor listik ac dan kabel dc

3) Memasang atau memeriksa peralatan pendukung kamera

Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :

1. Baterai untuk catu daya

2. Tempat kaset

3. Tombol Zoom

4. Tombol Recorder

5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)

6. Cincin Fokus

7. Jendela preview (View Fender)

8. Mikrofon

9. Tombol kontrol cahaya

10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).

11. Terminal DC Input.

Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.


Playpen atau biasa disebut juga sebagai area penjaga anak (box bayi) sudah tak asing lagi saat ini. Furnitur ini menjadi buruan bagi para orang tua, terutama mereka yang memiliki anak usia 0-2 tahun.

Playpen menjaga agar anak tetap aman ketika orang tua harus melakukan aktivitas lain seperti memasak, membereskan rumah, mandi, dan semua kegiatan lain yang mengharuskan mereka melepaskan anak mereka sendiri.

Jenis playpen juga bervariasi. Ada yang terbuat dari kayu, namun ada juga yang terbuat dari plastik. Baik material kayu maupun plastik memiliki tawaran harga yang berbeda tipis.

Jika diamati dari marketplace online, harga untuk playpen berbagai material berkisar Rp1,5 juta – Rp1,8 juta.


Bisnis penitipan anak (daycare) pun kerap mendesain area penitipan dengan menyerupai playpen berukuran luas.

Bambang Purnama, guru SMP YPPSB Sumedang, memberikan inspirasi membuat playpen sendiri, menggunakan pipa pvc.

Pada akun Facebook miliknya, Bambang memaparkan tahap demi tahap pembuatan yang sudah diapresiasi oleh para followernya.

Seperti dikutip dari laman Rumah.com akan dirangkum tahap demi tahap cara membuat playpen yang terinspirasi dari ide menari Bambang.

Playpen kali ini akan direncanakan berukuran 200cm x 200cm x 60cm. Alat dan bahan yang diperlukan antara lain:
– 60 batang pipa PVC ukuran 3/4 inchi dengan panjang 60cm.
– 8 buah sambungan siku ukuran 3/4 inchi.
– 120 buah sambungan I ukuran 3/4 inci.
– 112 buah pipa ukuran 3/4 inci dengan panjang 8cm
– 8 buah pipa ukuran 3/4 inci dengan panjang 6cm.
– Palu
– Gergaji
– dan penggaris.



Ilustrasi alat dan bahan membuat playpen (sumber: dokumentasi facebook Bambang Purnama)



Cara merakit:
Bentuk yang hendak dibuat berupa persegi panjang dengan susunan bagian siku-pipa 6cm-Pipa T-Pipa 8cm-Pipa T-Pipa 60cm-Pipa T, dan seterusnya. Hingga setiap akhir rangkaian diakhiri menggunakan pipa berukuran 6cm yang nantinya dihubungkan dengan siku.



Cara merakit secara visual berdasarkan dokumentasi pribadi facebook milik Bambang Purnama.



“Setelah keempat sisi selesai dirangkai (15 batang pipa untuk setiap sisi), gabungkan keempatnya dengan menggunakan elbow/sambungan siku. Lalu pukul pelan dengan palu agar pipa sambungan tidak terlihat, dan elbow (siku) menempel dengan sambungan pipa T,” kata Bambang.

Kemudian, apabila semua rangakian terhubung, pukul dengan palu untuk memaksimalkan kekuatan sambungan.








Rabu, 10 Agustus 2016



Cara Merekam Suara Vocal

Buka software Adobe Audition. Bila baru diinstall biasanya muncul demo project yang bisa Anda pelajari. Bila sudah mempelajari, tutup software Adobe Audition terus buka lagi.
Merekam suara vocal atau sumber suara lainnya seperti gitar, keyboard, drum digital, dll, lebih baik gunakan Mode Single Track. Untuk mengubah posisi Single Track atau MultiTrack klik 'kotak hijau kecil' di bawah tulisan File.
Hubungkan Mic ke dalam sound card Komputer atau Laptop Anda. Bisa mic dinamic bisa juga mic headset.
Adobe Audition sudah pada mode Single Track kan... Nah, silahkan klik Record untuk mulai merekam (tombol merah di bagian bawah). Muncul Kotak peringatan memilih channel mono atau stereo. Klik OK.
Mulai merekam. Bila terjadi kesalahan ngomong, lanjutkan saja sebab nanti bisa diedit atau di potong maupun dihapus.
Selesai merekam. Klik Stop (tombol kotak di bagian bawah). Hapus bagian suara yang ingin dihapus, dengan cara mem-block bagian suara tertentu, kemudian tekan delete pada keyboard.
Simpan ke folder tertentu dan ingat-ingat letaknya, dengan cara Klik File, klik Save As, beri nama file Anda, ubah format (Save as type) menjadi mp3PRO.


Cara Menggabungkan Suara Vocal dengan Lagu/Backsound

Menggabungkan suara vocal dengan lagu atau backsound tertentu sangatlah mudah. Kita bisa menggunakan mode Multi Track pada Adobe Audition. Untuk mengubah posisi Single Track atau MultiTrack klik 'kotak hijau kecil' di bawah tulisan File.
Mode Multi Track berisi banyak sekali track lagu/audio.
Masukkan file audio vocal pada Track 1. Klik tahan dari kolom Files dan lepas di area Track 1.
Masukkan file audio lagu atau backsound di Track 2. Klik tahan dari windows explorer, cari lagu yang sesuai dengan produk audio kita, lepas pada area Track 2.
Atur tata letak 'track vocal' dengan 'track backsound' hingga dirasa didengar sudah pas. Geser tata letak dengan cara klik 'kanan' tahan pada mouse dan geser.
Pastikan Mode "Edit Envelopes" dalam keadaan aktif (icon kotak kecil atas nomor 5 dari kanan)
Silahkan atur volume file audio backsound atau lagu di Track 2. Misal, pada saat ada suara vocal lagu dipelankan, dan setelah vocal selesai kemudian backsound dikencangkan kembali. Atur volume dengan menggeser garis hijau (klik kiri tahan) pada tepi file audio.
Selesai. Simpan dengan cara Klik File, klik Save Mixdown As, pilih format mp3PRO, klik Save. Untuk menyimpan file project, klik file, klik Save Sessions As. File project diperlukan bila Anda ingin mengedit lagi produk audio yang sudah Anda buat ini, suatu ketika nanti.

Menggabungkan Fotografi Digital Kedalam Sajian Multimedia




Piksel adalah unsur gambar atau representasi sebuah titik terkecil dalam sebuah gambar grafis yang dihitung per inch.
Megapixel (Megapiksel) terdiri berasal dari gabungan kata “mega” yang menunjukkan satuan juta, dan pixel yang bermaksud titik elemen gambar (English = Picture Element). Jadi megapixel berarti sejuta titik elemen gambar.
Pixel (picture element) digunakan untuk mengekspresikan resolusi layer digital, 1 pixel adalah unit terkecil dari sebuah gambar. Sementara 1 megapixel terdiri dari 2^20 atau setara dengan 1,048,576 pixel. Secara teoritis jumlah megapixel yang lebih tinggi pasti dapat menghasilkan kualitas gambar yang bagus padahal kenyataannya masih ada faktor lain yang ikut menentukan kualitas gambar yaitu Sensor dan Lensa.





DSLR adalah singkatan dari Digital Single-Lens Reflex. Kamera DSLR artinya kamera digital yang menggunakan refreksi lensa tunggal. Fotografer mengintip objek yang akan difoto melalui lubang intip atau biasa disebut view-finder. Hasil foto yang akan didapat adalah sama dengan apa yang tampak melalui view-finder tersebut.


Fungsi – fungsi foto digital


1. P (program AE) berfungsi untuk mengatur kamera secara otomatis baik ISO, Speed, WB, metering mode, dan Afmode. Pada mode ini, anda masih bisa mengontrol flash sesuka anda.
2. Av (Aperture Priority) yang dapat membantu anda untuk mengatur diafragma namun speed akan berjalan secara otomatis.
3. Tv (Shutter Speed Priority) berfungsi untuk membantu anda dalam mengatur speed namun diafragma berjalan secara automatis. Pada mode ini, anda masih bisa mengatur Flash sesuai dengan apa yang anda inginkan. Jika anda ingin mengatur keseluruhan funsgi sendiri, anda dapat memilih M (manual exposure) yang berarti bahwa anda mengatur keseluruhan fungsi kamera digital baik iso, speed, dan diafragma.









Istilah – istilah Fotografi


1. ISO
Jika kita mengambil Foto di ruangan terbuka mungkin sensitifitas cahaya sangat mengganggu, dan Tingkat sensitifitas cahaya tergantung pada ISO. Semakin besar angka pada ISO akan semakin sensitif dalam menangkap cahaya, namun efek negatifnya jika kita tidak bisa setting ISO dengan benar makan akan timbul noise pada foto yang dihasilkan.


2. Speed
Sudah jelas kita bisa menyimpulkan ini pasti berhubungan dengan kecepatan, speed adalah kecepatan kamera dalam menangkap sebuah gambar. setting untuk Speed bisa dirubah sesuai keinginan dan kebutuhan objek yang akan kita foto. Semakin cepat pengaturan speed semakin beku gambar tersebut dan semakin lambat speed akan membutuhkan stabilizer agar gambar tidak shake. seperti kita menangkap objek bergerak seperti kendaraan atau kereta teknik setting speed sangat kita perlukan untuk mendapatkan gambar yang berkualitas.


3. Diafragma/Bukaan/Aperture
Biasa secara umum kita sebut ini dengan bukaan lensa, ini berfungsi untuk menangkap intensitas cahaya yang masuk kedalam kamera. Intinya jika semakin besar bukaan lensa akan semakin besar pula kapasitas menangkap cahaya, hal ini berpengaruh pada ruang tajam gambar (DOF) atau biasa disebut dengan Depth Of Field.


4. Mode Dial
Dalam setiap kamera DSLR Atau Pocket sekalipun pasti memilik mode dial baik itu dalam bentuk tombol maupun panel putar. Biasanya yang nampak ada 5 macam mode dial yaitu :


1. Auto, adalah pengaturan paling mudah dalam kamera, karena semua sudah diatur secara dan disetting secara otomatis, pemakai kamare tinggal pencet shutter langsung jadi foto. namun kekurangannya kita tidak akan puas dengan hasilnya karna setting otomatis ini bisa dikatakan setting kamera secara default, tapi mode ini bisa membantu bagi pemula.


2. Aperture Priority, Adalah dimana kecepatan akan diatur secara otomatis kemudian untuk diafragma/bukaan kita atur sendiri sesuai kebutuhan.


3. Speed Priority, adalah dimana system ini merupakan kebalikan dari Aperture Priority.


4. Program, adalah semua telah diatur oleh kamera. bisa dikatakan setting default mirip seperti Auto.


5. Manual, Adalah fungsi mode ini kita dapat bereksperimen mulai dari pengaturan WB, Speed dan sebagainya. cocok untuk photografer pro atau yang sudah mengerti setting kamera.
Peralatan Fotografi

ALAT BANTU PEMOTRETA


a. Filter
Sesuai dengan namanya alat ini cara kerjanya sama seperti filterpada umumnya yaitu sebagai penyaring, jika di dalam rokok berguna menyaring asap tapi disini filter berfungsi menyaring cahaya yang masuk sehingga menimbulkan efek-efek yang kita inginkan. Penggunaannya dengan cara dipasang diujung lensa. Bentuk filter ada dua yaitu square(kotak) dan circle (bulat). Jika menggunakan filter square, kita harus menambahkan ring khusus di depan lensa. Untuk penggunaan filter yang bentuknya bulat, kita harus memperhatikan diameter dari lensa kamera yang kita gunakan. Macam – macam filter dan kegunaannya antara lain :


a. filter PL, memekatkan warna dan menghilangkan refleksi
b. filter UV, mengurangi sinar ultra violet.
c. filter ND (natural density), mengurangi contrast.
d. filter warna, memberi efek warna.
e.filter soft, melembutkan objek.
f. filter diffuser, hampir sama dengan filter soft, tapi lebih halus.
g. filter cross, memberi efek cross/silang pada sumber cahaya.
h. filter multi image, memberi efek multi image.
i. filter multi expose, digunakan dalam pemotretan multi expose.
j. filter gradasi, memberi efek gradasi warna


b. Tudung Lensa
Alat yang dipasang pada lensa ini berfungsi menghilangkan cahaya/sinar yang tidak diinginkan masuk kedalam lensa karena cahaya tersebut biasanya dapat menyebabkan flare pada hasil pemotretan. Flaredapat merusak hasil foto karena menurunkan kontras dan mengurangi saturasi warna. Alat ini sangat berguna terutama pada pemotretan yang berhadapan langsung dengan arah datangnya cahaya.


c. Tripod
Tripod atau biasa disebut kaki tiga berfungsi sebagai peyangga kamera saat pemotretan agar kamera tidak mengalami guncangan (shaking). Biasanya digunakan pada pemotretan yang menggunakan kecepatan (speed ) rendah/lambat dan untuk menopang lensa-lensa panjang.


d. Monopod
Mempunyai fungsi yang sama dengan tripod tetapi hanya bentuknya yang berbeda yaitu hanya satu kaki sehingga lebih praktis.


e. Kabel Release
Bentuknya hampir seperti injeksi yang lentur berfungsi untuk menghindari goncangan saat shutter ditekan karena saat memakai alat ini kita tidak perlu menekan shutter secara langsung. Penggunaannya dipasang pada soket kabel release yang biasanya terdapat pada tombolshutter. Biasanya ini soulmate-nya tripod dan biar penggunaan tripod lebihafdol.


f. Background
Kain atau latar belakang yang digunakan untuk pemotretan studio dengan berbagai macam gambar, pola dan warna.


g. Stand Background
Alat penyangga background, dan dalam penggunaannya paling tidak ada 2 stand. Alat ini bisa dinaik – turunkan sesuai kebutuhan.


ALAT BANTU PENCAHAYAAN


a. Flash atau Blitz
Diperlukan dalam pemotretan apabila cahaya yang ada dirasa kurang/ minim, misalnya pemotretan pada malam hari. Meskipun demikian, tidak diharamkan bagi kita untuk menggunakan flash pada siang hari, saat cahaya yang ada sudah cukup banyak/terang. Penggunaan flash pada siang hari biasanya untuk fill in. Sumber tenagaflash berasal dari baterai. Flash dapat digunakan sesuai dengan kekuatannya, jaraknya, hingga fasilitas lebih yang dimilikinya.


b. Slave Unit
Dapat disebut sebagai alat sensor. Cara kerja slave unit adalah menangkap cahaya dari main light (sumber cahaya utama) untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit tersebut.


c. Sincro Cable/Kabel Sinkro
Kabel yang digunakan untuk membantu menyalakan flashtambahan atau sumber cahaya pemotretan yang lain. Cara penggunaan kabel sinkro yaitu dengan cara menghubungkannya dari sumber cahaya tambahan ke body kamera.


d. Holder atau Braket
Alat ini digunakan jika kita merasa perlu menggunakan flashtambahan. Holder berfungsi sebagai penyangga flash tambahan dan slave unit. Penggunaannya dengan cara dipasang pada body kamera.


e. Strobo atau Strobe
Alat ini hampir mirip dengan flash, tapi bentuknya lebih besar dan cahaya yang dihasilkan juga lebih besar. Strobo dapat menyimpan cahaya dengan sumber tenaga yang berasal dari tenaga listrik AC atau baterai kering. Strobo memiliki sensor yang dapat menangkap main light sumber cahaya utama. Jadi strobo akan menyala secara otomatis ketika ada main light yang dinyalakan. Jika tidak menggunakan main light, strobo dapat diaktifkan dengan cara menghubungkan kabel sinkro langsung dari strobo ke kamera. Ukuran kekuatan cahaya yang dihasilkan strobo dapat kita atur sesuai selera kita. Alat ini lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor.


f. AC Slave
Hampir mirip dengan strobo cara kerja dan penggunaannya. Tetapi sifat arah cahaya dari AC Slave lebih melebar atau menyebar ke segala arah.


g. Snoot
Alat ini berfungsi mengarahkan cahaya pada satu titik agar tidak menyebar/terpusat. Bentuk snoot menyerupai corong dan juga lebih banyak digunakan untuk pemotretan studio/indoor. Biasanya juga digunakan untuk pemotretan double dan multi expose.


h. Payung Reflektor
Sifat cahaya yang dihasilkan lebih luas sehingga bayangan dan cahaya keseluruhan menjadi lebih lembut. Payung reflektor memiliki bermacam-macam warna. Warna standardnya putih, tapi ada juga yang berwarna perak (menghasilkan cahaya yang lebih kuat) dan emas(menghasilkan cahaya yang hangat) . Sumber cahaya alat ini berasal dari strobo.


i. Reflektor
Digunakan untuk memberi cahaya tambahan yang merupakan pantulan cahaya dari main light. Biasanya berbentuk bundar dan kotak. Pada umumnya memiliki 3 warna yaitu putih, perak dan emas. Kita juga dapat menggunakan sehelai kain putih, styrofoam dan kertas mengkilap sebagai reflektor yang berguna pada saat pemotretan.


j. Soft Box
Sebuah kotak yang terbuat dari kain dengan kedudukan atau rangka yang berbentuk seperti pyramid. Cahaya yang dihasilkan softbox lebih lembut daripada cahaya yang dihasilkan payung reflektor maupun reflektor. Softbox memiliki bermacam-macam ukuran(semakin besar ukurannya semakin lembut cahaya yang dihasilkan). Sumber cahaya Soft Box juga berasal dari strobo.


k. Barndoors
Berbentuk segi empat dan bewarna gelap. Biasanya dipasang pada soft box. Kegunaan dari barndoors adalah untuk mengarahkan cahaya yang keluar dari sumber cahaya.


l. Honeycomb/Sarang Tawon
Alat ini sejenis dengan filter dan bentuknya bundar seperti sarang tawon, tapi dipasang pada lampu/sumber cahaya. Berfungsi untuk menghaluskan cahaya yang jatuh ke arah obyek.


m. Light Stand
Alat yang digunakan untuk menyangga lampu studio.


n. Flash Meter Berfungsi sebagai pengukur kekuatan sumber cahaya dalam pemotretan indoor atau outdoor. Alat ini lebih akurat daripada light meteryang ada pada kamera.


o. Infrared Sender
Mengirimkan sinar infrared untuk memancing nyala flash atau lampu studio


p. Trigger
Menyalakan flash/lampu studio dengan gelombang elektro




Categories

PROFIL

Sms Gratis

Popular Posts