Statistik Pengunjung

Sabtu, 13 Agustus 2016

Contoh Kalimat Past Continuous Tense



1. I was sleeping when the car crashed my home last night.
(aku sedang tidur ketika mobil itu menabrak rumahku kemarin malam).
2. Judika and Aliya were singing together in a TV show at 9 o’clock last night.
(Judika dan Aliya sedang bernyanyi bersama di sebuah pertunjukan TV pada jam 9 kemarin malam).
3. The rain was pouring heavy when I arrived at home this morning.
(Hujan sedang turun dengan derasnya ketika aku sampai di rumah pagi ini)
4. I am sorry I didn’t know that you knocked at my door yesterday because I was listening to the music.
(maaf, saya tidak mendengar kamu mengetuk pintu kemarin karena aku sedang mendengarkan musik)
5. She was reading a book while the library was closed.
(dia sedang membaca buku ketika perpustakaan ditutup)
6. Julie was not cooking in the kitchen while I was watching a television yesterday morning.
(Julie tidak sedang memasak di dapur ketika aku sedang menonton tv kemarin pagi).
7. I was not flying from Jakarta to Canada when the accident happened.
(Saya tidak sedang terbang dari Jakarta ke Kanada ketika kecelakaan itu terjadi)
8. The music was not playing when I left that bar last night.
(musik sedang tidak bermain ketika aku meninggalkan bar kemarin malam)
9. Was I crying at city park last weekend when she left me alone?
(Apakah aku sedang menangis weekend kemarin ketika dia meninggalkan aku sendiri?)
10. Were you sweeping the floor at 9 0’clock yesterday?
(apakah kamu sedang menyapu lantai pada jam 9 pagi kemarin?)

Jumat, 12 Agustus 2016

IPA



Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos artinya rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914)

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem


a.Individu

Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut, seekor burung dan sebuah pohon.



b.Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang dapat berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh populasi adalah sekelompok semut di atas meja.



c.Komunitas

Komunitas adalah kumpulan beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama pada waktu yang sama, contohnya komunitas hutan jati, padang rumput dan hutan pinus.



d.Ekosistem

Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak hidup yang terdapat di dalamnya.



e.Bioma
Bioma adalah suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antarmakhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya.

Para ahli ekologi mempelajari hal berikut:
1. Perpindahan energi dan materi dari makhluk hidup yang satu ke makhluk hidup yang lain ke dalam lingkungannya dan faktor-faktor yang menyebabkannya. 2. Perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya
3. Terjadi hubungan antarspesies (interaksi antarspesies) makhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah: * Komponen hidup (biotik) * Komponen tak hidup (abiotik)

1) Lingkungan makhluk hidup
a) Lingkungan biotik Biotik adalah makhluk hidup. Lingkungan biotik suatu makhluk hidup adalah seluruh makhluk hidup, baik dari spesiesnya sendiri maupun dari spesies berbeda yang hidup di tempat yang sama. Komponen-komponen biotik terdiri dari berbagai jenis mikroorganisme, jamur, ganggang, lumut, tumbuhan paku, tumbuhan tingkat tinggi, invertebrata, dan vertebrata, serta manusia. b) Lingkungan abiotik Abiotik adalah bukan makhluk hidup atau komponen tak hidup. Komponen abiotik merupakan komponen fisik dan kimia yang membentuk lingkungan abiotik. Lingkungan abiotik membentuk cirri fisik dan kimia tempat hidup makhluk hidup.
Contoh komponen abiotik antara lain : suhu, cahaya, air, kelembapan, udara, garam-garam mineral, dan tanah. Komponen ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berinteraksi sehingga mempengaruhi sifat yang satu dengan yang lain.


2) Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya a) Interaksi antar-individu Organisme sejenis yang hidup di suatu tempat dalam kurun waktu tertentu disebut populasi.

Gambar 1
Individu-individu Manusia Membentuk Populasi Manusia
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 271)



b) Interaksi antar-populasi Komunitas adalah berbagai populasi yang saling berinteraksi. Bentuk populasi dapat berupa predasi, kompetisi, dan simbiosis.
(1) Predasi merupakan jenis interaksi makan dan dimakan. Pada predasi umumnya suatu spesies memakan spesies lain, meskipun beberapa hewan memangsa sesame jenisnya (bersifat kanibal). Organisme yang memakan disebut predator, sedangkan organism yang dimakan disebut mangsa. (2) Kompetisi antar-populasi disebut juga kompetisi interspesifik. (3) Simbiosis berarti hidup bersama antara dua spesies yang berbeda.

Dalam hidup bersama tersebut, umumnya salah satu spesies berperan sebagai spesies yang ditumpangi, sedangkan spesies lain sebagai penumpang (simbion). Interaksi simbiosis dibedakan menjadi :
(a) Mutualisme terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain. Contoh mutualisme adalah ganggang hijau biru dengan jamur dari kelompok Basidiomycota membentuk lumut kerak.
Gambar 2
Simbiosis Mutualisme Terjadi Antara Ganggang Hijau Biru
dan Jamur Membentuk Lumut Kerak
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 273)



(b) Komensalisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan dan spesies lain tidak dirugikan dan juga tidak diuntungkan. Misalnya anggrek yang menempel pada pohon. (c) Parasitisme terjadi jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan spesies lain dirugikan. Organism yang memperoleh kentungan dari interaksi parasitisme disebut inang. Sedangkan parasit yang dirugikan disebut inang. Parasit menyerap sari makanan atau cairan dari tubuh inangnya. Kerugian yang ditimbulkan parasit dapt berupa gangguan ringan, penyakit, dan bahkan kematian pada inangnya.







Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 273)




c) Interaksi antara komponen biotik dan abiotik
(1) Produsen (organisme autotrof) adalah organisme yang menyusun senyawa organik atau membuat makanan sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Organisme yang tergolong produsen meliputi organism yang melakukan fotosintesis yaitu tumbuhan hijau, beberapa jenis bakteri, serta ganggang hijau biru. (2) Konsumen (organisme heterotrof) adalah organisme yang tidak mampu menyusun senyawa organik atau membuat makanannya sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain. Hewan dan manusia termasuk tergolong dalam kelompok sebagai konsumen.
(3) Dekomposer (pengurai) merupakan organism yang menguraikan sisa-sisa organism untuk memperoleh makanan atau bahan organik yang diperlukan. Penguraian memungkinkan zat-zat organik yang kompleks terurai menjadi zat-zat yang lebih sederhana. Organism yang termasuk decomposer adalah bakteri dan jamur.


Gambar 3
Jamur Sebagai Delomposer Menyebabkan Buah Membusuk
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274)


(4) Detrivitor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau deutritus. Merupakan hancuran jaringan hewan dan tumbuhan.
Gambar 4
Kutu Kayu adalah salah satu contoh detrivitor
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 274)



3) Tipe-tipe ekosistem a) Ekosistem air (akuatik)
(1) Ekosistem air tawar Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua, yaitu lotik dan lentik. Lotik memiliki ciri airnya berarus dan lentik memiliki ciri airnya tidak berarus. (2) Ekosistem air laut Ekosistem air laut dibagi menjadi tiga zona (wilayah), yaitu zona litoral, zona laut dangkal, dan zona pelagik.

Gambar 5
Ekosistem Laut Dibagi Menjadi Tiga Zona,
Yaitu Zona Litoral,Zona Laut Dangkal, dan Zona Pelagik.
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 275)



(3) Ekosistem estuari Ekosistem estuari terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara sungai. Muara sungai disebut juga pantai lumpur berair payaudengan tingkat salinitas di antara air tawar dan laut. (4) Ekosistem pantai pasir Ekosistem pantai pasir merupakan ekosistem yang cukup keras bagi organisme karena deburan ombak yang terus-meneerus serta paparan cahaya matahari selama dua belas jam.
(5) Ekosistem pantai batu Ekosistem pantai batu tersusun dari komponen abiotik, berupa batu-batuan kecil maupun bongkahan batu yang besar. (6) Ekosistem terumbu karang Ekosistem terumbu karang hanya dapat tumbuh di dasar perairan yang jernih. Terumbu karang terbentuk dari rangka hewan kelompok.



Gambar 6
Pada Ekosistem Terumbu Karang Terdapat Berbagai Jenis Organisme Laut.
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 276)


(7) Ekosistem laut dalam Ekosistem laut dalam merupakan zona pelagik laut. Ekosistem ini berada pada kedalaman 76.000 m dari permukaan laut, sehingga tidak ada lagi cahaya matahari.

b) Ekosistem darat Ekosistem darat dalam skala luas yang memiliki tipe struktur vegetasi
(tumbuhan) dominan disebut bioma. Penyebaran bioma dipengaruhi oleh iklim. Iklim suatu bioma dipengaruhi oleh posisi geografis bioma tersebut. Berdasarkan posisi geografisnya, yaitu jarak dari khatulistiwa (lintang) atau ketinggian dari permukaan laut, bioma dapat dikelompokkan dalam tujuh kategori, yaitu : hutan hujan tropis, savanna, padang rumput, gurun, hutan gugur, taiga, tundra.

c) Ekosistem buatan Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem buatan manusia adalah bendungan, hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan.

4) Rantai makanan Organisme yang langsung memakan tumbuhan disebut herbivora (konsumen primer), yang memakan herbivora disebut karnivora (konsumen sekunder), dan yang memakan konsumen sekunder disebut konsumen tersier. Jalur makan dan dimakan dari organisme pada satu tingkat trofik berikutnya membentuk urutan dan arah tertentu disebut rantai makanan. Rantai makanan yang dimulai dari perumput, yaitu rumput belalang kadal burung elang.




Gambar 7 Contoh Rantai Makanan Perumput
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 280)



Dalam ekosistem rantai makanan–rantai makanan itu saling bertalian. Kebanyakan sejenis hewan memakan beragam, dan makhluk tersebut pada gilirannya juga menyediakan makanan berbagai makhluk yang memakannya, maka terjadi yang dinamakan jaring – jaring makanan (food web).



Gambar 8 Jarring-jaring Makanan Merupakan Rantai Makanan yang കൊമ്പ്ലെക്സ്
Sumber : Aryulina, Diah, (2007 : 281). 5)


Aliran energi Cahaya matahari merupakan sumber utama energi bagi kehidupan.
Energi matahari masuk ke dalam komponen biotik melalui produsen. Oleh produsen, energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia. Energi kimia mengalir dari produsen ke konsumen dari berbagai tingkat trofik melalui jalur rantai makanan. Jadi setiap organisme melakukan pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem disebut produktivitas ekosistem. Produktivitas ekosistem terdiri dari produktivitas primer dan produktivitas sekunder. Para ahli ekologi menggambarkan struktur trofik suatu ekosistem dalam bentuk piramida ekologi. Piramida ekologi terdiri dari piramida energi, piramida biomassa, dan piramida jumlah. Piramida energi adalah suatu gambar bentuk kehilangan energi dari suatu rantai makanan, piramida biomassa merupakan gambar berkurangnya transfer energi pada setiap trofik, sedangkan piramida jumlah adalah gambar jumlah individu pada setiap trofik.

KKPI Topologi Linear dan Toplogi Tree
TOPOLOGI LINIER





Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
§ Mudah dikembangkan.
§ Membutuhkan sedikit kabel.
§ Tidak memperlukan kendali pusat.
§ Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
§ Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
§ Keamanan data kurang baik.


TOPOLOGI TREE



Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
§ Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
§ Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
§ Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
§ Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
§ Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

Kamis, 11 Agustus 2016



1. Pengertian hukum bacaan “Al” Syamsiyah.
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati yang bertemu dengan salah satu huruf Syamsiyah (ث ص ر ت ض ذ ن د س ط ظ ز ش ل ) dan dibacanya lebur/idghom (bunyi “al’ tidak dibaca).

2. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Syamsiyah:
• Dibacanya lebur/idghom
• Ada tanda tasydid/siddah ( ّ ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Syamsiyah: اَلرَّحِيْمُ، اَلضُّحىٰ

3. Pengertian hukum bacaan “Al” Qamariyah
Apabila “Al” (ال) atau alif lam mati bertemu dengan salah satu huruf Qamariyah ( ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ) dan dibacanya jelas/izhar.
4. Ciri-ciri hukum bacaan “Al” Qomariyah:
• Dibacanya jelas/izhar
• Ada tanda sukun ( ْ / ) di atas huruf alif lam mati
• Contoh Bacaan “Al” Qomariyah: وَالْحَمْدُ، اَلْهَادِىْ

Cara mempercantik blog di blogspot

1. Pilihlah template yang sesuai dengan selera dan tema blog anda, dan pilihlah yang paling anda sukai agar tidak sering terjadi penggantian template karena akan memperburuk citra blog anda dimata search engine. Sebagai bahan pertimbangan sobat blogger dapat mencari jenis template dengan mengunjungi situs situs penyedia template tersebut antara lain : mastemplate.com, btemplates.com, http://www.deluxetemplates.net.
Bacalah artikel cara mengganti template blog untuk membantu anda untuk merubah tampilan blog anda.

2. Tambahkan catatan kaki blog, selain untuk memberikan informasi maupun pemberitahuan lainnya catatan kaki juga akan menambah keunikan tersendiri pada blog anda. Silahkan baca artikel cara membuat catatan kaki pada blog

3. Gunakan menu scroll untuk mempersingkat suatu daftar yang panjang agar menjadi lebih simple sehingga dapat menghemat tempat blog anda, sehingga blog anda menjadi lebih rapi dan tentunya dapat mempercantik penampilan blog juga.

4. Gunakan widget untuk mempercantik blog, saudara bisa menambahkan beberapa widget, misalnya saja widget jam, kalender , pageview. Pelajari cara memasang widget di blog untuk membantu anda jika saudara belum tahu caranya.

5. Facebook fanspage juga dapat menambah indah penampilan blog anda, silahkan anda tambahkan pada blog sobat.


Cara mempercantik tampilan blog

6. Gunakan template berlatar belakang yang tidak menyilaukan mata, selain menambah indah blog juga tidak akan membuat blog berjalan dengan berat. Pelajari juga cara mengganti background bloguntuk membantu anda mempermudah menggantinya.

7. Pasanglah iklan seperlunya saja jangan terlalu banyak agar tidak memenuhi layar hingga tidak dapat memperindah tampilan blog, selain mempercantik blog juga akan menambah penghasilan untuk anda.

8. Gunakan menu drop down untuk mempermudah navigasi agar pengunjung lebih mudah memilih artikel yang akan dibacanya.

9, Tambahkanlah breadcrumb untuk membantu navigasi dan menambah cantik blog anda. Pelajarilah di artikel cara membuat breadcrumb untuk membantu anda mempermudah memasangnya.

10. Jika berkenan pasanglah tulisan berjalan sebagai pemanis blog dalam bentuk berita sekilas artikel anda.

11. Buat auto read more untuk template anda, selain membantu loading juga menpercantik blog anda. 

Demikianlah cara mempercantik blog menambah indah tampilan template, masih banyak yang dapat anda lakukan untuk memperindah blog anda , tidak ada batasan yang pasti untuk anda berkreasi mempercantik tampilan blog saudara, semua itu tergantung dengan keinginan dan kreatifitas dari anda sendiri. Semoga apa yang tertulis di atas dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada anda, salam blogger.


Menerapkan Teknik Pengambilan Gambar produksi

I.

Tujuan Pembelajaran



Peserta diklat dapat Menjelaskan prosedur pengoperasian kamera video



Peserta diklat mampu Mengoperasikan Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar



Peserta diklat mampu Menata kabel-kabel kamera

II.

Materi

Sesuai dengan Perkembangan teknolologi saat ini Didalam Penerapan teknik pengambilan gambar produksi biasanya menggunakan sebuah kamera sebelum mengetahui lebih lanjut terlebih dahulu kita harus tau apa pengertian dari kamera tersebut

Kamera adalah merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara di dalam dunia per film an kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.

Jenis jenis kamera :

1. Kamera foto (still photography)

2. Kamera film (cinema photography)

3. Kamera video (video photography)

1.

Kamera foto (still photography) Kamera foto menghasilkan gambar-gambar yang tidak bergerak ( still single picture). Bahan baku penyimpanan gambar berasal dari pita selluloid, sehingga setelah melakukan perekaman harus diproses lagi dengan pemrosesan secara kimiawi. Contoh : kamera analog, kamera digital.

Gambar 1 kamera foto

2.

Kamera film (cinema photography) Kamera film memiliki bahan yang sama dengan kamera foto namun hasil yang didapat berbeda, kamera film menghasilkan gambar yang bergerak atau biasa disebut still motion. Contoh : kamera 8 mm, 16 mm, 35 mm.

Gambar 2 (kamera photography)

3.

Kamera video (video photography) Untuk kamera video sendiri memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Camcoder, MiniDV, HDCam.

Kamera Video adalah perangkat perekam gambar video yang mampu menyimpan gambar digital dari mode gambar analog. Kamera Video termasuk salah satu produk

teknologi digital, sehingga disebut pula salah satu perangkat digitizer yang memiliki kemampuan mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan mengubah ke mode digital elektronis.

Gambar 2 (kamera video)

1.

Memilih dan menyiapkan bahan dan peralatan kamera

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera persiapan-persiapan sebagai berikut:

1.

Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book Pahami kelebihan dan kekurangannya.

2.

Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan.

3.

Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension, dll.

4.

Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.

Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus

dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus.

Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetic Secara umum terdapat 2 jenis kamera :

a.

Analog (AV)

Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.

b.

Digital (DV)

Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

2) Mengisi dan merawat battery selama pengambilan gambar

a)

Daya listrik dipastikan tersedia dan sesuai.

Daya listrik atau sumber listrik dipastikan tersedia dekat dengan pengambilan gambar

b)

Charger dipastikan sesuai untuk battery yang digunakan.sesuai dengan buku petunjuk/manual book agar tidak terjadi kekeliruan dan dapat merusak battery itu sendiri

c)

Battery diisi dengan aman menurut rekomendasi pabrik.atau sesuai dengan buku petunjuk /manual book

d)

Battery yang sudah diisi sesuai dengan durasi film dirawat yaitu pada saat pengambilan gambar usahakan pergunakan battery seipisien mungkin agar battery tidak mudah drop/tidak mudah rusak

Gambar 3 charger dan battery

Gambar 4. Cara menggunakan adaptor listik ac dan kabel dc

3) Memasang atau memeriksa peralatan pendukung kamera

Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :

1. Baterai untuk catu daya

2. Tempat kaset

3. Tombol Zoom

4. Tombol Recorder

5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)

6. Cincin Fokus

7. Jendela preview (View Fender)

8. Mikrofon

9. Tombol kontrol cahaya

10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).

11. Terminal DC Input.

Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.


Playpen atau biasa disebut juga sebagai area penjaga anak (box bayi) sudah tak asing lagi saat ini. Furnitur ini menjadi buruan bagi para orang tua, terutama mereka yang memiliki anak usia 0-2 tahun.

Playpen menjaga agar anak tetap aman ketika orang tua harus melakukan aktivitas lain seperti memasak, membereskan rumah, mandi, dan semua kegiatan lain yang mengharuskan mereka melepaskan anak mereka sendiri.

Jenis playpen juga bervariasi. Ada yang terbuat dari kayu, namun ada juga yang terbuat dari plastik. Baik material kayu maupun plastik memiliki tawaran harga yang berbeda tipis.

Jika diamati dari marketplace online, harga untuk playpen berbagai material berkisar Rp1,5 juta – Rp1,8 juta.


Bisnis penitipan anak (daycare) pun kerap mendesain area penitipan dengan menyerupai playpen berukuran luas.

Bambang Purnama, guru SMP YPPSB Sumedang, memberikan inspirasi membuat playpen sendiri, menggunakan pipa pvc.

Pada akun Facebook miliknya, Bambang memaparkan tahap demi tahap pembuatan yang sudah diapresiasi oleh para followernya.

Seperti dikutip dari laman Rumah.com akan dirangkum tahap demi tahap cara membuat playpen yang terinspirasi dari ide menari Bambang.

Playpen kali ini akan direncanakan berukuran 200cm x 200cm x 60cm. Alat dan bahan yang diperlukan antara lain:
– 60 batang pipa PVC ukuran 3/4 inchi dengan panjang 60cm.
– 8 buah sambungan siku ukuran 3/4 inchi.
– 120 buah sambungan I ukuran 3/4 inci.
– 112 buah pipa ukuran 3/4 inci dengan panjang 8cm
– 8 buah pipa ukuran 3/4 inci dengan panjang 6cm.
– Palu
– Gergaji
– dan penggaris.



Ilustrasi alat dan bahan membuat playpen (sumber: dokumentasi facebook Bambang Purnama)



Cara merakit:
Bentuk yang hendak dibuat berupa persegi panjang dengan susunan bagian siku-pipa 6cm-Pipa T-Pipa 8cm-Pipa T-Pipa 60cm-Pipa T, dan seterusnya. Hingga setiap akhir rangkaian diakhiri menggunakan pipa berukuran 6cm yang nantinya dihubungkan dengan siku.



Cara merakit secara visual berdasarkan dokumentasi pribadi facebook milik Bambang Purnama.



“Setelah keempat sisi selesai dirangkai (15 batang pipa untuk setiap sisi), gabungkan keempatnya dengan menggunakan elbow/sambungan siku. Lalu pukul pelan dengan palu agar pipa sambungan tidak terlihat, dan elbow (siku) menempel dengan sambungan pipa T,” kata Bambang.

Kemudian, apabila semua rangakian terhubung, pukul dengan palu untuk memaksimalkan kekuatan sambungan.








Categories

PROFIL

Sms Gratis

Popular Posts